Berapa kali akun anda dibanned?
Kesalahan apa yang telah anda lakukan hingga hal itu menimpa anda?
Apa yang anda lakukan setelah itu?
Kesalahan apa yang telah anda lakukan hingga hal itu menimpa anda?
Apa yang anda lakukan setelah itu?
Musibah terbesar bagi para publisher adsense adalah banned. Akun dihentikan selamanya,
Atau suspened , akun ditangguhkan untuk sementara waktu dan disabled monetasi.
Atau suspened , akun ditangguhkan untuk sementara waktu dan disabled monetasi.
Kalau hanya suspened atau terminate itu masih ada harapan untuk bangkit lagi. Sabar menunggu sampai waktu untuk aktif datang kembali, adalah kunci utama, syaratnya tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya dimasa penangguhan.
.
.
Yang paling berat itu kalau akun kita berhenti sama sekali. Akses masuk ditolak, dan penghasilan hangus.
Seperti yang terjadi pada saya, Akun disabled Dan penghasilan hangus.
Sengaja tulisanya saya cetak tebal dan miring sebagai sebagai anda pentingnya masalah ini.
Sakit rssanya saat menerima pemberitahuan email penangguhan.
Jantung berdetak tak beraturan, mata berkunang, badan lemas tiada tertahan. Tulang-belulang seperti lolos dari badan. Sungguh ini adalah cobaan yang paling berat dalam hidup. Rasanya benar-benar seperti kehilangan nyawa, patah semangat dan jutaan perasaan lain yang tumpang tindih mengganggu perasaan.
Jantung berdetak tak beraturan, mata berkunang, badan lemas tiada tertahan. Tulang-belulang seperti lolos dari badan. Sungguh ini adalah cobaan yang paling berat dalam hidup. Rasanya benar-benar seperti kehilangan nyawa, patah semangat dan jutaan perasaan lain yang tumpang tindih mengganggu perasaan.
Berat memang, tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, semua terjadi dan terlanjur. Tak ada guna menyesali diri. Toh rejeki sudah anda yang ngatur. Tak Akan salah orang atau salah ukur, yang penting usaha dan tetap tafakkur.
Berbekal semangat Dan harapan, saya memulai lagi kehidupan baru. Meninggalkan akun lama yang tak jelas kapan akan kembali. Tentu dengan kreatifitas dan ide yang baru.
Saya masih ingat bagaimana para guru menasehati, bahwa hidup itu penuh dinamika. Susah-senang, hidup-mati, berhasil-gagal, hanya dua hal yang datang dan pergi untuk saling melengkapi.
Ibarat istri istri yang ditinggal mati suami, berkabung boleh, tapi cukup hanya tiga hari. Karena pada hari-hari berikutnya ia harus berhadapan dengan kenyataan. Menanggung hidup anak-anak yang ditinggalkan ayahnya. Melanjutkan kehidupan yang Akan terus berjalan. Hidup memang untuk hidup. Bukan untuk yang sudah mati. Karena yang mati urusannya sudah selesai, dan yang masih hidup harus melanjutkan,sampai titik darah penghabisan, sampai ajal datang menjelang.
Sealant berjuang kawan, mari kita raih kesuksesan bersama. Jayalah Blogger dan Youtuber Indonesia
EmoticonEmoticon